Perkawinannya dengan Rasulullah SAW

Sofiyyah bercerita bahwa ketika di malam pertamanya sewaktu menikah dengan Kinanah, dia bermimpi melihat adanya bulan di kamarnya.

Ketika hal ini diceritakan kepada suaminya, dia pun dipukul dengan keras sampai membekas lama, Kinanah berkata: Tidaklah ini terjadi kecuali karena kamu memimpikan menjadi istri pemuka Hijaz, Muhammad.  

Ketika terjadi perang antara kaum muslimin dengan penduduk Khaibar yang dimenangkan oleh kaum muslimin, Sofiyyah merupakan salah satu rampasan perang yang dijadikan Jariah/budak.  

Ketika para tawanan perang ini dikumpulkan, Bilal membawa dua orang  dan menemui Rasulullah SAW, satu diantara yang dibawanya adalah Sofiyyah. Rasulullah SAW memerintahkan kepada Bilal untuk memberikan kepada Sofiyyah baju tudungnya (rida’) sebagai isyarat bahwa Rasulullah SAW telah memilihnya. Rasulullah SAW bertanya kepada Sofiyyah:

Apakah kamu mau dengan aku?

Sofiyyah menjawab: Wahai Rasulullah, dulu aku mengharapkannya ketika aku masih kafir, bagaimana tidak ketika saya sudah memeluk Islam?

Rasulullah SAW pun menikahinya dengan maharnya adalah pembebasannya dari perbudakan.