Perkawinannya dengan Rasulullah SAW
Setelah Abu Salamah meninggal dunia karena bekas luka setelah perang Uhud, Ummu Salamah berubah status menjadi janda dengan satu orang anak, yaitu Salamah.
Lepas masa iddahnya, Abu Bakar datang melamar, namun ditolaknya dengan halus.
Umar ibn al-Khatthab maju untuk melamarnya, namun lamaran ini pun ditolak.
Mendengar bahwa kedua orang sahabatnya sudah ditolak, lalu kalau Ummu Salamah hidup sendirian, tentu hal ini tidak baik untuknya. Sebagai penghargaan kepada mantan suaminya dan juga dirinya, Rasulullah SAW datang melamarnya. Terjadilah dialog menarik antara keduanya.
Ketika datang lamaran ini, Ummu Salamah berkata terus terang tentang kondisinya: Wahai Rasulullah, bukanlah saya tidak mau menikah denganmu akan tetapi kondisi dan pribadi saya yang seperti ini, saya pencemburu berat, saya khawatir hal itu akan menjadi dosa buat saya. Kedua, saya sudah tua. Ketiga, saya punya anak.
Mendengar penjelasan Ummu Salamah tadi, Rasululah SAW menjawab :
Jika kamu merasa sudah tua, maka saya lebih tua dari kamu, dan tidak masalah kalau orang mengatakan bahwa dia menikah dengan orang yang lebih muda darinya. Jika kamu punya anak yatim, maka itu merupakan tanggungan Allah dan Rasul-Nya. Jika kamu merasa punya penyakit pencemburu berat, maka saya akan berdoa kepada Allah semoga hal itu tidak ada lagi.
Ummu Salamah akhirnya menerima lamaran ini dan terjadilah pernikahan itu di bulan Syawwal tahun 4 H. waktu itu usia Ummu Salamah sekitar 29 tahun, dan usia Rasulullah SAW sudah 56 tahun.
Sekitar 7 tahun rumah tangga itu dibangun, namun pasangan ini tidak dikaruniai anak.
