Diberikan al-Maqam al-Mahmud
Nabi Muhammad diberikan al-Maqam al-Mahmud (kedudukan yang tinggi).
Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Firman Allah SWT:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.
(QS. al-Isra' 17:79)
Semoga Tuhanmu mengutusmu dalam kedudukan yang terpuji (al-Maqam al-Mahmud) yaitu kedudukan yang dengannya aku memberi syafaat kepada umatku.
(HR. al-Tirmizi dan Ahmad)
Dari Ibn Umar ra, dia berkata:
Sesungguhnya manusia pada hari kiamat nanti akan berjalan jutstsan (berlutut atau jingkrak), semua ummat mengikuti Nabi mereka. Mereka berkata: Wahai Nabi Fulan, berikanlah syafa'at, wahai Nabi Fulan berikanlah syafa'at, sampai akhirnya berhenti syafa'at itu (baru bisa diberikan) oleh Nabi Muhammad SAW. Pada hari itulah Allah membangkitkannya untuk berada di Maqam al-Mahmud.
(HR. al-Bukhari)
