Riwayat 3
Ummu Misthah berkata: Wahai junjunganku, tidakkah engkau mendengar apa yang dia katakan?
Aku menjawab: Memangnya apa yang dia katakan?
Ummu Misthah lalu menceritakan kepadaku tuduhan para pembuat cerita bohong sehingga penyakitku semakin bertambah parah.
Ketika aku kembali ke rumah, Rasulullah SAW masuk menemuiku, beliau mengucapkan salam kemudian bertanya:
Bagaimana keadaannya?
Aku berkata: Apakah engkau mengizinkan aku mendatangi kedua orang tuaku? Pada saat itu aku ingin meyakinkan kabar itu dari kedua orang tuaku. Begitu Rasulullah SAW memberiku izin, aku pun segera pergi ke rumah orang tuaku. Sesampai di sana, aku bertanya kepada ibu: Wahai ibuku, apa yang dikatakan oleh orang-orang mengenai diriku?
Ibu menjawab: Wahai anakku, tenanglah! Demi Allah, jarang sekali ada wanita cantik yang sangat dicintai suaminya dan mempunyai beberapa madu, kecuali pasti banyak berita buruk dilontarkan kepadanya.
Aku berkata: Maha suci Allah. Apakah setega itu orang-orang membicarakanku? Aku menangis malam itu sampai pagi air mataku tidak berhenti mengalir dan aku tidak dapat tidur dengan nyenyak.
Pada pagi harinya, aku masih saja menangis. Beberapa waktu kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali ibn Abu Thalib dan Usamah ibn Zayd untuk membicarakan perceraian dengan istrinya ketika wahyu tidak kunjung turun.
Usamah ibn Zayd memberikan pertimbangan kepada Rasulullah SAW sesuai dengan yang ia ketahui tentang kebersihan istrinya (dari tuduhan) dan berdasarkan kecintaan dalam dirinya yang ia ketahui terhadap keluarga Nabi SAW. Ia berkata: Ya Rasulullah, mereka adalah keluargamu dan kami tidak mengetahui dari mereka kecuali kebaikan.
Sedangkan Ali ibn Abu Thalib berkata: Semoga Allah tidak menyesakkan hatimu karena perkara ini, banyak wanita selain dia (Aisyah). Jika engkau bertanya kepada budak perempuan itu (pembantu rumah tangga Aisyah) tentu dia akan memberimu keterangan yang benar.
