Cara Mendapatkan Syafa'at
Syafa'at Rasulullah SAW dapat diperoleh dengan beberapa cara:
- Memintakan al-Wasilah untuk baginda setelah azan.
- Menziarahi kuburnya.
- Bershalawat dan memperbanyak shalawat.
- Meninggal di Madinah dalam keadaan mu’min.
Cara-cara ini sesuai apa yang di isyaratkan dalam hadis berikut ini :
Riwayat 1
Dari Abdullah ibn 'Amr ibn al-'Ash ra.: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
Jika kalian mendengar azan maka jawablah sebagaimana yang dikatakannya, kemudian bershalawatlah kepadaku, sesungguhnya siapa yang bershalawat kepadaku, Allah akan membalasnya sepuluh kali lipat, kemudian mintakanlah al-wasilah kepada Allah untukku, sesungguhnya ia (al-wasilah) adalah tempat di surga yang tidak layak ditempati kecuali oleh seorang hamba Allah, dan aku ingin orang itu adalah aku. Oleh karena itu, siapa yang memintakan untukku al-wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa'at.
(HR. Muslim, Abu Daud, al-Tirmizi dan al-Nasa'i)
Riwayat 2
Dari Ibn Umar ra. Rasulullah SAW bersabda:
Siapa menziarahi kuburku maka wajib baginya untuk mendapatkan syafa’atku.
(HR. Ibn Khuzaimah, al-Bazzar, Ibn 'Adiy, al-Daraqutni, al-Baihaqi, al-Hakim dan al-Tirmizi,)
Riwayat 3
Dari Abdullah ibn Mas’ud ra. Rasulullah SAW bersabda:
Orang yang paling utama bagiku adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku.
(HR. al-Tirmizi, Ibn Hibban, al-Thabarani, al-Baihaqi dan Abu Ya'la)
Riwayat 4
Dari Ibn Umar ra. Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa yang bisa meninggal di Madinah maka hendaklah dia meninggal di sana. Sesungguhnya aku akan memberikan syafa'at kepada mereka yang meninggal di sana.
(HR. al-Tirmizi dan Ahmad)
Riwayat 5
Dari Subai'ah al-Aslamiyyah ra. Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa yang bisa meninggal di Madinah maka hendaklah dia meninggal di sana. Sesungguhnya tidaklah seorang meninggal di sana kecuali aku akan menjadi pemberi syafa'atnya atau menjadi saksinya pada hari kiamat.
(HR. al-Thabarani dan al-Baihaqi)
