Akhlak Rasulullah SAW Ketika Membaca al-Qur'an
Ibn Abi Mulaykah ra. meriwayatkan bahwa:
Ya'la ibn Mamlak bertanya kepada Ummu Salamah tentang bacaan Rasulullah SAW. Menurut Ummu Salamah, Rasulullah SAW membaca al-Qur'an dengan sangat jelas, kalimat per kalimat.
(HR. Abu Daud, al-Tirmizi dan al-Nasa'i)
Qatadah ra. meriwayatkan:
Saya bertanya kepada Anas: Bagaiman cara Rasulullah SAW membaca al-Qur'an? Ia menjawab: Rasulullah SAW membaca (al-Qur'an) dengan panjang (bagi huruf yang memang harus dibaca panjang).
(HR. al-Bukhari, Abu Daud, al-Nasa'i dan Ibn Majah)
Ummu Salamah ra. meriwayatkan:
Rasulullah SAW memotong bacaan beliau (ayat per ayat). Beliau membaca ayat اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ lalu berhenti. Kemudian beliau membaca ayat الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ lalu berhenti lagi. Setelah itu, beliau membaca ayat مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ .
(HR. Abu Daud, al-Tirmizi dan Ahmad)
Abu Qais ra. meriwayatkan:
Saya bertanya kepada Aisyah tentang cara Rasulullah SAW membaca (al-Qur'an): Apakah beliau membaca dengan lirih atau dengan nyaring? Aisyah menjawab: Terkadang Rasulullah membaca al-Qur'an dengan lirih, terkadang membacanya dengan nyaring. Saya berkata: Segala puji bagi Allah SWT yang telah melapangkan urusan ini.
(HR. Abu Daud, al-Tirmizi, Ibn Majah dan Ahmad)
Abdullah ibnMughaffal ra. meriwayatkan:
Saya melihat Rasulullah SAW menunggang onta pada hari penaklukan kota Makkah sambil membaca:
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا. لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus.
(QS. al-Fath 48:1-2)
Ketika membaca ayat ini, Rasulullah SAW menggemakan suara beliau. Mu'awiyah ibn Qurrah (salah seorang periwayat hadis ini) berkata: Kalau saja saya tidak khawatir orang-orang akan berkumpul disekitarku, niscaya saya membacanya seperti itu. Atau ia berkata: Akan membaca seperti indahnya bacaan (Rasulullah SAW).
(HR. al-Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad)
Qatadah meriwayatkan:
Allah tidak mengutus seorang Nabi kecuali Nabi itu memiliki wajah yang tampan dan suara yang merdu. Nabi kalian memiliki wajah yang tampan dan suara yang merdu, beliau tidak pernah melagukan suara.
(HR. al-Tirmizi)
Ibn Abbas ra. meriwayatkan bahwa:
(Suara) bacaan Rasulullah SAW dapat terdengar oleh orang yang berada di halaman rumah, sementara beliau membaca di dalam rumah.
(HR. Abu Daud, al-Tirmizi dan Ahmad)
Ummu Hani ra. meriwayatkan:
Saya mendengar bacaan Rasulullah SAW, sementara saya berada di atas ranjang.
(HR. al-Tirmizi, al-Nasa'i, Ibn Majah dan Ahmad)
