Sejarah Sofa Dalam Perjuangan Rasulullah SAW

Di bukit Sofa Rasulullah SAW pertama kali menyiarkan dakwahnya secara terang-terangan, mengajak keluarga dan kerabatnya untuk mengikuti ajaran yang dibawa dan menyatakan bahwa jika mereka tidak beriman, maka tali kekerabatannya tidak akan berguna di akhirat nanti.

 

Ibn abbas ra. berkata:

Ketika diturunkan ayat ini: Dan berilah peringatan berbentuk ancaman kepada kaum kerabatmu yang terdekat, yaitu kaum kerabatmu yang benar-benar ikhlas. Rasulullah SAW keluar dan naik ke bukit Shafa, lalu berteriak:

Hati-hatilah.

Orang-orang saling bertanya: Siapa yang berteriak? Diantara mereka berkata: Muhammad. Merekapun berkumpul mengerumuni beliau. Beliau bersabda:

Wahai Bani fulan. Wahai Bani fulan. Wahai Bani fulan. Wahai Bani Abdu manaf. Wahai Bani Abdul Muthalib.

Mereka mengerumuni beliau. Lalu beliau bersabda:

Apa pendapat kalian seandainya aku beritahu kalian bahwa psukan berkuda akan keluar di kaki gunung ini. Apakah kalian mempercayaiku?

Orang-orang menjawab: Kami telah buktikan engkau tidak pernah berbohong. Rasulullah SAW bersabda:

Aku peringatkan kalian akan siksa yang sangat pedih.

Mendengar itu Abu Lahab berkata: Celaka engkau. Hanya untuk inikah engkau mengumpulkan kami? Kemudian ia pergi. Lalu turunlah surat ini: Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan ia benar-benar binasa.

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

Di bukit Sofa ini juga menjadi tempat pasukan islam berjanji bertemu ketika merebut kembali kota Makkah pada tahun8 H.

Di bukit Sofa ini juga Rasulullah SAW menyampaikan pidato dan seruannya kepada penduduk Makkah pada hari pertama Makkah direbut kembali.

Di bukit Sofa ini juga Rasulullah SAW menerima Bai'at dari penduduk Makkah yang masuk islam pada Fath Makkah.

Di bukit Sofa ini juga Rasulullah SAW memaafkan kesalahan penduduk Makkah yang dahulu mencaci maki, memusuhi dan bahkan mencoba membunuhnya berkali-kali.