Perkembangan Situasi
- Niat untuk menghadang kafilah, ternyata bocor, Abu Sofyan pemimpin kafilah merubah strategi dan meminta bala bantuan dari Makkah. Penduduk Makkah dengan cepat menyiapkan pasukan dan langsung menuju Yatsrib.
- Abu Sofyan mengutus utusan lagi dan mengabarkan bahwa kafilahnya selamat dengan menghindari jalan umum dan mengambil jalan menyisir pinggir laut, lewat Yanbu' menuju Jeddah lalu ke Makkah. Meski lebih jauh, namun jalan ini harus ditempuh untuk menyelamatkan diri.
- Mendengar berita ini, pasukan terpecah, ada yang ingin kembali ke Makkah karena maksud untuk menyelamatkan kafilah sudah tercapai. 300 dari 1.300 pasukan kembali ke Makkah, mereka adalah pasukan dari bani Zahrah yang dipimpin oleh al-Akhnas ibn Surayq. Namun Abu Jahal sebgai panglima, bersikukuh untuk melanjutkan perjalanan dengan merubah niat, bukan lagi sebagai misi penyelamatan, akan tetapi berubah menjadi misi memberi pelajaran kepada pasukan Madinah agar tidak lagi megulangi rencana mereka kelak.
- Mendengar bahwa pasukan Makkah terus menuju Madinah, dan maksud merebut barang dagangan yang dibawa kafilah sudah tidak mungkin lagi, Rasulullah SAW mengajak sahabat dekatnya untuk merubah strategi.
- Jika pasukan ditarik balik ke Madinah dan menunggu penyerangan dengan bertahan di sana, dihawatirkan dampak-dampak negatif akan terjadi. Di Madinah dan beberapa daerah di serkitarnya, masih banyak kabilah-kabilah yang memusuhi kaum muslimin. Jika berperang di sini, mereka belum siap benar. Posisi pasukan Madinah kala itu masih berada di Zafaran.
- Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Bakar, beliau menjawab positif.
- Rasulullah SAW bertanya kepada Umar, beliau pun menjawab hal yang sama. Rasulullah bertanya kepada Miqdad, beliau juga menjawab hal sama. Namun ketiganya adalah dari Muhajirin.
- Rasulullah SAW bertanya kepada kaum Anshar. Sa'ad ibn Mu'az sebagai pemimpin mereka tanpa ragu menyatakan kesiapan mereka untuk berperang sekarang dan di sini. Hal ini perlu ditegaskan kembali oleh Rasulullah SAW karena isi perjanjian Aqobah adalah Anshar berkewajiban membela Muhajirin di tempat mereka, Yatsrib. Sekarang mereka berada di luar Yatsrib.
- Dengan kesepatan di atas, Rasulullah SAW melanjutkan musyawarahnya dengan menentukan tempat peperangan. Dipilihlah Badr sebagai tempatnya, dan pasukan Madinah pun bergegas ke sana.
