Bersembunyi di Goa Jabal Tsur

Waktu pelaksanaan pembunuhan yang direncanakan tiba, namun para pemuda-pemuda Quraisy tertidur sampai seseorang datang dan bertanya: Apa yang kalian sedang tunggu?. Mereka menjawab: Muhammad. Orang itu berkata: Telah gagal rencana kalian, Demi Allah, dia melewati kalian dan meletakkan pasir di atas kepala kalian. Mereka tidak percaya dan mengintip kamar Rasulullah SAW dan melihat sosok seseorang yang sedang tidur. Mereka berkata: Ini Muhammad sedang tidur. Mereka tidak bergerak sampai pagi tiba.

Ketika subuh tiba, mereka kaget luar biasa, yang bangun dari tempat tidur adalah Ali, bukan Muhammad. Mereka kecolongan, orang yang ditunggu sudah keluar tanpa mereka sadari dan ketahui.

Rasulullah SAW meninggalkan rumahnya pada malam 27 Safar th. 14 kenabian. Mengetahui bahwa Quraisy akan mengejar beliau, maka beliau mengambil jalan yang berlawanan dengan jalan umum yang bisa digunakan untuk menuju Yatsrib, yaitu jalan menuju Yaman.

Menjelang subuh, Rasulullah SAW dan Abu Bakar sudah tiba di goa Jabal Tsur, keduanya bersembunyi di goa ini selama tiga malam.

Kebutuhan logistik dan informasi kondisi Makkah, sudah diatur sebelumnya, dua anak Abu Bakar bertugas untuk hal ini: Asma' dan Abdullah.

Sewaktu pertama kali tiba di gunung Tsur dan bersembunyi di goa Tsur. Abu Bakar berkata: Demi Allah, engkau tidak boleh memasukinya hingga saya masuk terlebih dahulu, jika ada sesuatu yang membahayakan, saya yang akan terkena.

Abu Bakar masuk dan ternyata ada tiga lubang didalamnya , Abu Bakar merobek sarungnya dan menutup salah satu lubang, dan menutup 2 lubang yang tersisa dengan kedua kaki beliau.

Abu Bakar berkata: Masuklah wahai Rasulullah SAW. Nabi SAW masuk dan meletakan kepala beliau dipangkuan Abu Bakar dan tidur.

Karena ada lubang yang tidak tertutup kain atau batu, akan tetapi justru tertutup kaki, maka kaki Abu Bakar itupun digigit hewan yang ada dalam lubang, tapi Abu Bakar tidak bergerak supaya Rasulullah SAW tidak terbangun.

Hanya saja air matanya membasahi wajah Rasulullah SAW, dan Rasulullah SAW terbangun lalu bertanya:

Ada apa wahai Abu Bakar?

Dia menjawab: Kaki saya digigit hewan dalam lubang. Semoga Ayah dan ibuku menjadi tebusan bagimu. Lalu Rasulullah SAW meludahi gigitan itu dan sembuhlah kaki Abu Bakar.

Amir ibn Fuhara maula Abu Bakar mengembala dombanya tiap hari ke gunung itu, sehingga Rasulullah SAW dan Abu Bakar dapat minum susu domba itu dan sekalian Amir ibn Fuhara menghilangkan jejak Abdullah ibn Abi Bakar dan Asma' yang datang memberi informasi serta perbekalan logistik.