Cara Rasulullah SAW Menerima Wahyu
Cara Rasulullah SAW dalam menerima wahyu ada dua cara. Adakalanya melalui perantara Malaikat Jibril, dan adakalanya tanpa melalui perantara.
a. Cara yang pertama, yaitu wahyu yang diturunkan dengan perantara Malaikat Jibril as. Disini Rasulullah SAW menerima wahyu dengan dua kondisi:
- Kondisi yang pertama, yaitu kondisi yang membuat Rasulullah SAW merasa merasa berat sekali. Wahyu ini turun seperti suara lonceng yang bergema, sehingga membuat jiwa beliau bergetar dan badan beliau menggigil.
- Kondisi yang kedua, yaitu kodisi yang ringan diterima oleh Rasulullah SAW. Wahyu dalam kondisi ini diturunkan melalui Malaikat yang menjelma menjadi manusia, sehingga Rasulullah SAW menerimanya dengan jiwa yang tenang.
Diriwayatkan dari Aisyah ra:
Harits ibn Hisyam bertanya kepada Rasulullah SAW: Ya Rasulullah, bagaimana wahyu Allah SWT diturunkan kepada mu? Rasulullah SAW menjawab:
Kadang-kadang ia diturunkan seperti bunyi sebuah loceng. Dari berbagai cara wahyu diturunkan, cara inilah yang paling berat dan kemudian suara (loceng) itu menghilang setelah aku menerima wahyu itu. Kadang-kadang malaikat menemui ku dalam keadaan wujud seorang lelaki dan berbicara kepada ku dan aku mengingati apa yang ia katakan.
Aisyah ra. menambahkan: Ketika Nabi SAW sedang menerima wahyu pada suatu hari yang dingin aku melihat peluh berjatuhan dari dahinya hingga wahyu itu selesai diturunkan Allah SWT.
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
