Periode Ketiga

Selama masa periode ketiga ini, dakwah al-Qur'an telah dapat mewujudkan suatu prestasi besar karena penganut-penganutnya telah dapat hidup bebas melaksanakan ajaran-ajaran agama di Yatsrib (yang kemudian diberi nama al-Madinah al-Munawwarah).

Periode ini berlangsung selama sepuluh tahun, di mana timbul bermacam-macam peristiwa, problem dan persoalan, seperti:

  1. Prinsip-prinsip apakah yang diterapkan dalam masyarakat demi mencapai kebahagiaan?
  2. Bagaimanakah sikap terhadap orang-orang munafik, Ahl al-Kitab, orang-orang kafir dan lain-lain, yang semua itu diterangkan al-Qur'an dengan cara yang berbeda-beda?

Selain ayat-ayat yang turun mengajak berdialog dengan orang-orang Mukmin, banyak juga ayat yang ditujukan kepada orang-orang munafik, Ahli Kitab dan orang-orang musyrik. Ayat-ayat tersebut mengajak mereka ke jalan yang benar, sesuai dengan sikap mereka terhadap dakwah.

Salah satu ayat yang ditujukan kepada ahli Kitab ialah:

قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَآءٍۭ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِۦ شَيْـًٔا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Artinya:

Katakanlah (Muhammad): Wahai ahli kitab (golongan Yahudi dan Nasrani), marilah kita menuju ke satu kata sepakat diantara kita yaitu kita tidak menyembah kecuali Allah, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, tidak pula mengangkat sebagian dari kita tuhan yang bukan Allah. Maka bila mereka berpaling katakanlah: Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Muslim.

(QS. Ali Imran 3 : 64)