Reaksi Penduduk Makkah

Periode ini berlangsung sekitar 4-5 tahun dan telah menimbulkan bermacam-macam reaksi di kalangan masyarakat Arab ketika itu. Reaksi-reaksi tersebut nyata dalam tiga hal pokok:

Segolongan kecil dari mereka menerima dengan baik ajaran-ajaran al-Qur'an.

Sebagian besar dari masyarakat tersebut menolak ajaran al-Qur'an, karena kebodohan mereka, seperti keterangan dalam ayat berikut:

أَمِ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً قُلْ هَاتُوا۟ بُرْهَٰنَكُمْ هَٰذَا ذِكْرُ مَن مَّعِىَ وَذِكْرُ مَن قَبْلِى بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ٱلْحَقَّ فَهُم مُّعْرِضُونَ

Artinya:

Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: Unjukkanlah hujjahmu. (al-Qur'an) Ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku. Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, Karena itu mereka berpaling.

(QS. al-Anbiya' 21 : 24)

 

Keteguhan mereka mempertahankan adat istiadat dan tradisi nenek moyang, seperti keterengan dalam ayat berikut :

بَلْ قَالُوٓا۟ إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّهْتَدُونَ

Artinya:

Bahkan mereka berkata: Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan Sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.

(QS. al-Zukhruf 43 : 22)

 

Dan atau karena adanya maksud-maksud tertentu dari satu golongan seperti yang digambarkan oleh Abu Sufyan: Kalau sekiranya Bani Hasyim memperoleh kemuliaan nubuwwah, kemuliaan apa lagi yang tinggal untuk kami.

Dakwah al-Quran mulai melebar melampaui perbatasan Makkah menuju daerah-daerah sekitarnya.