Adu Jago

  • Sebagaimana kebiasaan perang, sebelum perang frontal, diadakan terlebih dahulu adu jago, masing-masing kelompok mengutus beberapa orang yang sama jumlahnya untuk diadu terlebih dahulu.
  • Sebelum adu jago dimulai seorang pasukan Makkah bernama al-Aswad ibn Abd al-Asad al-Makhzumi -seorang preman Makkah- berteriak akan mengambil air minum dari sumur yang dikuasai kaum Muslimin dan menghancurkan mereka, meski nyawa sebagai taruhannya. Begitu al-Aswad keluar dan mendekati sumur, Hamzah dari pasukan Madinah menghadangnya dan berhasil melumpuhkannya. Kaki Aswad berhasil ditebas oleh pedang Hamzah, namun Aswad, karena sudah bersumpah untuk minum dari sumur Badr, tetap melangkah terseok-seok menuju sumur. Hamzah sekali lagi menghentikan langkahnya dan Aswad pun tewas di pinggir sumur yang diincarnya.
  • Pasukan Makkah mengirim putra terbaiknya: 'Utbah ibn Rabi'ah, Syaibah ibn Rabi'ah (kakak beradik) dan al-Walid ibn 'Utbah. Mereka menantang 3 tentara utusan pasukan Madinah.
  • 3 orang Anshar menyambut tantangan tadi: 'Awuf ibn al-Harits, Mu'awwiz ibn al-Haris (kaka beradik) dan Abdullah in Rawahah.
  • Karena mereka orang Anshar, mereka ditolak, 3 jagoan pasukan Makkah meminta Muhammad untuk mengutus kerabatnya sendiri.
  • Rasulullah SAW, menyambut tantangan ini dan menunjuk Ubaidah ibn al-Haris, Hamzah dan Ali.
  • Terjadilah pertarungan 3 lawan 3. Ubaidah menghadapi Utbah. Hamza menghadapi Syaibah, dan Ali melayani al-Walid. Tidak terlalu lama, Ali dan Hamzah berhasil menumbangkan musuh-musuhnya, sedangkan Ubaidah menghadapi kesulitan untuk melumpuhkan Utbah, bahkan Ubaidah terluka berat. Ali dan Hamzah yang sudah menyelesaikan tugasnya, keduanya datang bersamaan dan dalam sekejap Utbah dapat dilumpuhkannya.
  • Ubadah yang terluka segera ditolong, namun sayang 4-5 hari kemudian lukanya tidak terobati dan beliau meninggal di daerah al-Safra' sebelum Madinah.