Perjuangan Khalid ibn al-Walid
- Saat Rasulullah SAW masih hidup, Khalid menyerahkan semua yang luar biasa untuk berbakti pada agama yang ia yakini sepenuh hati. Seluruh hidupnya ia baktikan untuk kepentingan Islam.
- Ia ikut terjun di Perang Mu'tah sebagai prajurit biasa. Sementara yang menjadi panglima pasukan Islam adalah Zayd, Ja'far dan Abdullah ibn Rawahah, secara bergantian. Ketiga-tiganya gugur sebagai syahid.
- Sesudah panglima ketiga gugur syahid Khalid memegang bandera pasukan pada saat pasukan Islam berada di bawah angin. Pasukan Islam sudah banyak yang berjatuhan. Sementara pasukan Romawi dengan bilangannya yang jauh lebih besar, terus maju laksana banjir yang menyapu medan.
- Dalam situsai seperti ini, siasat perang apapun tidak akan mampu membalikkan keadaan: Yang kalah jadi menang dan yang menang jadi kalah. Satu-satunya harapan ialah menghentikan jatuhnya korban lebih lanjut dan menyelamatkan sisa pasukan.
- Ia pergunakan siasat perangnya yang luar biasa, hingga akhirnya pengepungan yang dilakukan pasukan Romawi terbuka dan pasukan Islam bisa lolos dengan selamat.
- Keberhasilan ini berkat kepahlawanan Khalid. Berkat keberaniannya, kecerdikannya dan ketepatannya bertindak.
- Di pertempuran inilah Khalid mendapat gelar, Si Pedang Allah yang selalu terhunus dari Rasulullah SAW.
