Profesi Pedagang

Abdurrahman ibn 'Auf merupakan pedagang yang sukses dan kaya raya. Namun kekayaannya tidak membuat dia lupa dan lalai. Beliau tekun beribadah dan rajin bersedekah.

Dikisahkan bahwa ketika pertama kali sampai ke Madinah dan strategi Rasulullah SAW adalah mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar, Abdurrahman dipersaudarakan dengan Utsman.

Utsman dengan baik hati menawarkan satu dari dua (Ha'it/ kebun/ rumah) untuk dipilih oleh Abdurrahman dan menjadi miliknya. Namun Abdurrahman menolak dan berkata : Tunjukkan saya dimana letaknya pasar. Merekapun berangkat ke pasar dan Abdurrahman mulai berdagang dengan modal seadanya.

Tak lama kemudian, perdagangannya maju dan maju, selang bulan dan tahun Abdurrahman masuk kelompok pedagang sukses nan kaya. Sayangnya pada awal ini, kegiatan bisnisnya sempat membuat beliau kurang tekun beribadah dan suka terlambat berjamaah. Sampai akhirnya suatu hari Abdurrahman datang ke Madinah dengan membawa 700 ekor onta yang membawa gandum dan pangan lainnya, Aisyah menyampaikan apa yang didengarnya kepada Rasulullah SAW yang bersabda:

Abdurrahman tidak masuk surga kecuali dengan cara merangkak.

Mendengar kabar ini Abdurrahman langsung merubah sikap dan dengan spontan berkata bahwa: Wahai ibunda (Ummu al-Mu'minin) saksikanlah bahwa apa yang saya bawa hari ini, itu semua untuk perjuangan fi sabilillah.