Riwayat 1
- Pada suatu malam ketika Rasulullah SAW selesai berperang lalu pulang dan kami telah mendekati Madinah, beliau memberikan aba-aba untuk berangkat. Aku pun segera bangkit setelah mendengar mereka mengumumkan keberangkatan lalu berjalan sampai jauh meninggalkan pasukan tentara.
- Seusai melaksanakan hajat, aku hendak langsung menghampiri onta tungganganku namun saat meraba dada, ternyata kalungku yang terbuat dari mutiara Zifar putus. Aku pun kembali untuk mencari kalungku sehingga tertahan karena pencarian itu. Sementara orang-orang yang bertugas membawaku mereka telah mengangkat sekedup itu dan meletakkannya ke atas punggung ontaku yang biasa aku tunggangi karena mereka mengira aku telah berada di dalamnya.
- Ia menambahkan: Kaum wanita pada waktu itu memang bertubuh ringan dan langsing/tidak gemuk karena mereka hanya mengkonsumsi makanan dalam jumlah sedikit sehingga orang-orang itu tidak merasakan beratnya sekedup ketika mereka mengangkatnya ke atas onta. Apalagi ketika itu aku anak perempuan yang masih belia. Mereka pun segera menggerakkan onta itu dan berangkat.
- Aku baru menemukan kalung itu setelah pasukan tentara berlalu. Kemudian aku mendatangi tempat perhentian mereka, namun tak ada seorang pun di sana. Lalu aku menuju ke tempat yang semula dengan harapan mereka akan merasa kehilangan dan kembali menjemputku.
- Ketika aku sedang duduk di tempatku rasa kantuk mengalahkanku sehingga aku pun tertidur. Ternyata ada Shafwan ibn al-Mu'atthal al-Sulami al-Dzakwani yang tertinggal di belakang pasukan sehingga baru dapat berangkat pada malam hari dan keesokan paginya ia sampai di tempatku.
- Dia melihat bayangan hitam seperti seorang yang sedang tidur lalu ia mendatangi dan langsung mengenali ketika melihatku karena ia pernah melihatku sebelum diwajibkan hijab.
- Aku terbangun oleh ucapannya: Inna lillaahi wa inna ilaihi raji`uun pada saat dia mengenaliku. Aku segera menutupi wajahku dengan kerudung dan demi Allah, dia sama sekali tidak mengajakku bicara sepatah kata pun dan aku pun tidak mendengar satu kata pun darinya selain ucapan: Inna lillahi wa inna ilaihi raji`uun.
