Syahid di Mu'tah
Selang beberapa bulan dari ketibaannya di Madinah, Rasulullah SAW mengutus pasukan ke Mu'tah, di daerah Karak, Jordania. Ja'far ditunjuk sebagai panglima ke 2, jika panglima pertama gugur.
Bagi Ja'far perang ini merupakan pengalaman pertamanya. Karena tanpa ragu dan dengan semangat juang yang tinggi. Ja'far berangkat bersama pasukan yang dipimpin oleh Zayd ibn ibn Haritsah.
Melawan musuh yang tidak seimbang dari sisi kekuatan pasukan Islam tetap maju. Zayd gugur sebagai syuhada. Sesuai dengan pesan Rasulullah SAW, tongkat komando beralih ke Ja'far.
Dengan gagah berani Ja'far memimpin pasukan yang ada melawan pasukan musuh. Lagi-lagi karena tidak seimbang, Ja'far yang sudah berhasil membunuh beberapa tentara musuh, akhirnya gugur. Tubuhnya terbelah dua. Ketika dilihat satu bagian tubuhnya, terdapat di sana sudah terdapat 30an luka bacok. Ada juga riwayat yang mengatakan 40an.
Dengan kondisi yang sedemikian rupa, dapat dibayangkan bagaimana upaya dan usaha yang telah dilakukan.
Apa yang diperjuangkan Ja'far tidak sia-sia, ia dipastikan masuk surga. Rasulullah SAW dalam banyak riwayat berkata:
Saya melihat Ja'far di Surga, terbang dengan dua sayap.
Karena itu, Ja'far dijuluki dengan Ja'far al-Thayyar (yang bisa terbang).
