Perdebatan Ja'far dengan 'Amr di hadapan Najasyi
- Ketika rombongan Muhajirin tiba di Habsyah untuk ke dua kalinya, kaum Quraisy memutuksn untuk menemui Najasyi. mereka mengirim 'Amr ibn al-'Ash dan 'Umarah ibn al-Walid dengan membawa sejumlah hadiah.
- Setiba di sana, mereka langsung menemui Najasyi. Mereka berdua sujud kepada Najasyi, lalu mengambil posisi duduk, satu di kanan dan satu di kiri. Keduanya lalu mengadukan bahwa beberapa orang dari kaum Quraisy, telah masuk dan tinggal di daerah Raja Najasyi, mereka lari dari ajaran Quraisy.
- Najasyi bertanya: Dimana mereka? Keduanya menjawab: Di negerimu.
- Najasyi segera menyuruh memanggil mereka.
- Ja'far datang menemui Najasyi sebagai juru bicara kaum Muhajirin Makkah. Ketika masuk dan bertemu Najasyi, Ja'far tidak bersujud, hanya memberi salam.
- Para hadirin bertanya: Kenapa kamu tidak sujus kepada Raja?
- Kami diperintahkan untuk tidak bersujud kepada kecuali kepada Allah.
- Mereka bertanya lagi: Kenapa demikian.
- Ja'far menjawab: Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada kami seorang RAsul yang memerintahkan kami untuk tidak bersujud kecuali kepada Allah, memerintahkan kami untuk shalat dan zakat.
- 'Amr berkata: Mereka berbeda pendapat dengan kalian soal putra Maryam dan Ibunya.
- Najasyi bertanya: Apa pendapat kalian tentang putra Maryam dan ibunya?
- Ja'far menjawab: Kami berkata sebagaimana Allah telah firmankan: Ruh Allah dan Kalimat-Nya, ditiupkan kepada seorang perawan yang belum tersentuh manusia.
- Najasyi mengangkat tongkatnya lalu berkata: Wahai penduduk Habasyah, pendeta dan Qisis, apa yang kalian inginkan, sungguh ini tidak menggangguku. Aku bersaksi bahwa dia adalah utusan Allah. Dia yang diceritakan Isa dalam Injil. Demi Allah, kalaulah bukan karena jabatanku sebagai Raja, pasti aku akan temui dia dan aku yang akan membawakan sandalnya dan menuangkan wudhunya.
- Najasyi pun bertitah: Silahkan kalian tinggal di mana kalian suka.
- Najasyi lalu memerintahkan untuk mengembaliakan hadiah yang dibawa utusan Quraisy.
- 'Amr dan 'Umarah kembali ke Makkah.
